Di RSUD Tidak Di Rawat, di Puskesmas Sempat di Abaikan, Pasien SKTM di Cinangka Meninggal Dunia

5 September 2019, 00:27 WIB
6 0 48
Gambar untuk Di RSUD Tidak Di Rawat, di Puskesmas Sempat di Abaikan, Pasien SKTM di Cinangka Meninggal Dunia
SERANG - Anggi Khaerudin (21) warga Kampung Karang Bolong Desa Karang Suraga RT 16/05 Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang menghembuskan nafas terakhirnya di Puskesmas Cinangka, Jumat (30/8) lalu sekitar pukul 20.30 WIB.

Kepergian Anggi menyisakan kekecewaan pihak keluarga kepada para petugas medis yang berjaga di Puskesmas. Pasalnya, selain almarhum tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal, pihak keluarga pun mengaku disuguhi sikap ketus petugas yang berjaga.

Lela (35), Bibi dari almarhum Anggi menuturkan, Senin (26/8) lalu keluarga membawa Anggi ke Puskesmas Cinangka. Setibanya di Puskesmas ia pun menceritakan kepada salah seorang petugas jaga bernama Suhartini bahwa Anggi sudah sakit sekitar tiga bulan. Selain lemas, Anggi kerap mengeluh sesak nafas.

"Saya sampaikan bahwa Anggi sakitnya sudah tiga bulan, dan sudah dua Minggu drop karena kurang makan. Dijawabnya begini, pantesan sakit orang gak dikasih makan," kata Lela ditemui di rumahnya, Selasa 3/9/2019.

"Pokoknya kata-katanya gak sopan, pas kita protes, katanya gini, memangnya tangan kami sepuluh, tangan kami cuma dua," kata Lela menirukan kata-kata Suhartini.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan penanganan awal di Puskesmas, lanjut Lela, Anggi dirujuk ke RSUD Banten, Kota Serang dengan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

"Di RSUD tidak dirawat, hanya dirontgen saja, karena rujukannya ke poli dalam, padahal kita inginnya dirawat," terangnya.

Sepulangnya dari RSUD, kondisi Anggi pun tak kunjung membaik, sehingga pada Jumat (30/8) Anggi mengalami sesak nafas hebat. Keluarga kembali membawa Anggi ke Puskesmas Cinangka pada Jumat sore.

"Kita bawa lagi ke Puskesmas yang jaraknya dekat supaya segera mendapat penanganan, karena kalau ke RSUD, selain lumayan jauh, takutnya gak dirawat lagi," ujarnya.

Namun sesampainya di Puskesmas, menurut Lela, Anggi seolah diabaikan tidak mendapatkan penanganan apapun dari petugas selama sekitar dua jam lebih. Salah seorang petugas jaga bernama Nana, kata Lela, memberitahukan kepadanya bahwa infus dan oksigen habis.

"Setelah kepala Puskesmasnya ditelepon, sekitar jam 19.00 WIB baru diinfus, itu pun kondisi Anggi sudah sangat parah, sudah hampir sekarat. Tak lama kemudian Anggi pun meninggal," paparnya.

"Herannya, setelah kita nelepon pak Yaya (Kepala Puskesmas) infusan ada, makanya kita sangat kecewa. Selain itu, disitu tulisannya UGD 24 jam, tetapi katanya petugas jam 9 malam sudah pada mau pulang," imbuh Lela menerangkan.
#Atmagobanten
#SumberPoros id.

  Komentar untuk Di RSUD Tidak Di Rawat, di Puskesmas Sempat di Abaikan, Pasien SKTM di Cinangka Meninggal Dunia

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!