PMI launching Panduan Perencanaan Desa untuk Ketangguhan Bencana.

12 October 2019, 06:36 WIB
1 0 10
Gambar untuk PMI launching Panduan Perencanaan Desa untuk Ketangguhan Bencana.
Bangka, 11 Oktober 2019.
Dalam rangka Bulan Pengurangan Risiko Bencana yang diselenggarakan secara Nasional di Bangka Belitung tanggal 10 sd 13 Oktober 2019 ini, PMI Pusat didukung oleh American Red Cross, BNPB, Kemendes, dan Kemendagri meluncurkan Buku Panduan Perencanaan Pembangunan Desa untuk Ketangguhan Bencana bagi SIBAT PMI.

Buku panduan ini sangat penting, mengingat salah satu upaya untuk memperluas dampak dan menjamin keberlangsungan program di tingkat desa/kelurahan, PMI mendukung Tim SIBAT untuk melakukan integrasi dan pengarusutamaan PRB-PI ke dalam pembangunan desa/kelurahan.

Letnan Jenderal Sumarsono selaku Kabid PB PMI Pusat menyatakan bahwa panduan perencanaan ini bisa digunakan oleh Tim SIBAT dan juga relawan-relawan PMI lainnya untuk mensinergikan programnya dengan pembangunan desa/kelurahan.

"Panduan Integrasi dan Pengarusutamaan PRB-PI ke dalam Pembangunan Desa dan Kelurahan disusun dengan tujuan untuk memperluas dampak program PMI dan keberlanjutannya di tingkat desa/kelurahan, melalui integrasi rencana aksi masyarakat untuk PRB-PI ke dalam pembangunan desa/kelurahan.
Panduan ini selain digunakan oleh Tim SIBAT dan relawan PMI di tingkat desa/kelurahan, juga dapat digunakan oleh para pendamping lokal desa, fasilitator desa, para aktifis desa/kelurahan, pemerintah desa/kelurahan, dan pelaku lainnya yang bekerja di desa/kelurahan untuk membangun desa/kelurahan tangguh bencana dan kampung iklim melalui pembangunan desa/kelurahan yang berperspektif pengurangan risiko bencana dan perubahan iklim", jelas Letjen Sumarsono saat ditemui di acara Seminar Technical event 7 di Hotel Novotel Bangka.

Arifin Muh. Hadi Kepala Divisi PB Markas Pusat PMI menegaskan bahwa PMI sesuai dengan amanah UU No 1 Tahun 2018 dan PP No 7 Tahun 2019 tentang Kepalangmerahan diberikan amanah membantu pemerintah melakukan pembangunan desa tangguh bencana. Relawan SIBAT PMI yabg juga warga masyarakat desa setempat dalam hal ini dapat mendampingi perangkat desa dan masyarakat menyusun rencana kerja yang lebih berwawasan PRB/PI. Apalagi saat ini pemerintah Desa, mereka sudah memiliki anggaran memadai dan dapat menjadi pelaksana kegiatan-kegiatan PRB-PI di tingkat desa, sehingga dapat mengurangi risiko bencana di masyarakat. Sedangkan Pemerintah Kelurahan juga mendapatkan alokasi dana, tetapi tidak sebanyak desa.

Menurut Arifin, Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat PMI sebagai pendamping dan fasilitator masyarakat harus diberdayakan semaksimal mungkin untuk menfasilitasi perangkat dan atau tokoh masyarakat desa/ kelurahan untuk menyusun perencanaan serta melaksanakan upaya pembangunan ketangguhan dengan menggerakkan kapital dan sumber daya yang ada di masyarakat. Upaya pembangunan ketahanan dan ketangguhan yang dilakukan tersebut diupayakan semaksimal mungkin untuk memberikan solusi yang berkelanjutan terhadap penurunan risiko bencana, pembangunan karakter dan perilaku tangguh bencana serta kesinambungan pembangunan di pedesaan / kelurahan. Hal ini sejalan dengan implementasi dari penyelenggaraan kepalangmerahan, khususnya pada pasa 7 ayat 2 PP Kepalangmerahan yaitu membantu pembangunan masyarakat tangguh bencana.

"Diterbitkannya panduan ini Markas Pusat PMI berharap Tim SIBAT PMI akan lebih intensif lagi memberikan pendampingan dan pembinaan perangkat desa /kelurahan dan masyarakat dalam menyusun perencanaan pembangunan desa dengan mengintegrasikan Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim. Sehingga pada akhirnya masyarakat benar benar menjadi ”pelaku utama” dari pembangunan di desa / kelurahannya. (AMH).

  Komentar untuk PMI launching Panduan Perencanaan Desa untuk Ketangguhan Bencana.

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!